Home / News / Beras Organik Banyuwangi Tembus Pasar Amerika Serikat dan Belanda

Beras Organik Banyuwangi Tembus Pasar Amerika Serikat dan Belanda

MCFMBWI.COM, BANYUWANGI – Banyuwangi terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Salah satunya dengan menjadikan area persawahan di bagian barat kabupaten tersebut sebagai sentra pertanian padi organik.

”Peluang pasar untuk pertanian organik sangat terbuka lebar. Secara nilai, juga lebih bagus karena harganya lebih mahal. Saat ini kelas menengah di berbagai kota terus tumbuh dan kesadaran mereka untuk mengonsumsi produk organik semakin tinggi. Ini peluang besar. Kami terus terus mendorong pengembangan padi organik di Banyuwangi. Kami lakukan sejumlah fasilitasi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat panen padi organik di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Selasa 19/04/2016.

Di Banyuwangi, luasan persawahan padi organik saat ini mencapai 80 hektar yang teletak di sejumlah kecamatan, seperti Kalibaru, Glenmore, Genteng, Sempu, Singojuruh, Songgon, Kabat, dan Licin. Telah dikembangkan plasma nutfah 20 jenis padi organik lokal yang terdiri atas 16 jenis beras merah dan 4 jenis beras hitam.

”Jenis padi lokal tersebut disilangkan. Diberi sebutan dengan nama-nama lokal, seperti beras merah Kaliweni, Kalisicaluk, Kalibaru, Supermanggis, lalu ada beras hitam Watudodol dan Watukebo,” ujar Anas.

Kepada sejumlah kelompok tani yang mengembangkan beras organik, Pemkab Banyuwangi telah mengucurkan bantuan. Mulai dari chopper untuk pembuatan pupuk organik sebanyak enam unit, rice transplanter (alat tanam padi) dua unit, combine harvester satu uni, hand tractor lima unit, pompa air dua unit, paddy power (mesin perontok) sepuluh unit, dan power trasher sepuluh unit.

Pemkab Banyuwangi telah memberikan sarana dan prasana tekonlogi pertanian, termasuk pemberian pupuk dan pemberantas hama organik serta bantuan alat pencacah pupuk organik (APPO) dan membuka sekolah lapang bagi para petani. ”Dari sisi infrastruktur, kami fasilitasi saluran irigasinya,” kata Anas.

Banyuwangi, sambung Anas, tahun ini memulai menggenjot luas tanam padi organik menjadi 200 hektare, termasuk kami bangun lahan percobaan atau demplot dengan dukungan dana APBD.

Salah satu kelompok tani yang mengembangkan beras organik adalah Kelompok Tani Mendo Sampurno. Ketua kelompok tani tersebut, Samanhudi, mengatakan, permintaan beras organik Banyuwangi sangat tinggi. ”Yang rutin tiap bulan di antaranya dari Bali 8 ton/bulan dan Surabaya 5 ton/bulan. Beras kami pun diekspor ke Amerika Serikat hingga 4 ton per bulan. Saat ini sedang disiapkan ekspor ke sejumlah negara, yaitu China, Qatar, dan Belanda, dengan total 100 ton,” ujar Samanhudi.

Menurut dia, pengembangan padi organik cukup mudah dilakukan jika dibandingkan dengan non-organik.  ”Kami berkomitmen tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia dalam budidaya padi. Kami lebih memilih menggunakan agensi hayati untuk pengendalian hama. Bahkan, kami pun membuat sendiri pupuk tersebut, dari bahan endapan kedelai dan cendawan,” kata Samanhudi.

Produksi beras organic cukup bagus hingga menembus angka 9 ton per hektare untuk lahan yang berada di ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jika ditanam dilahan dengan ketinggian 100-200 mdpl, produksinya mencapai 7 ton per hektare. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas padi biasa secara nasional yang berada di kisaran 6 ton per hektare.

Anas menambahkan, saat ini sudah terdapat dua kelompok tani yang telah mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) sebagai produsen beras organik. LeSOS adalah lembaga sertifikasi pertama di Indonesia yang berhak melakukan investigasi, mengeluarkan sertifikat dan label organik untuk berbagai macam produk organik, petani dan kelompok tani, koperasi, perusahaan, dan lain-lain yang telah memenuhi persayaratan. Beras organik Banyuwangi dinyatakan aman konsumsi, bebas pestisida dan pupuk kimia berdasarkan pedoman SNI 67259-2013 dan Dokumen Internal Control System (ICS).

”Tahun ini kami targetkan dua kelompok tani lagi yang bisa dapat sertifikasi tersebut. Sekaligus ini akan menjadikan beras merah organik sebagai ikon dan buah tangan Banyuwangi selain durian merah dan batik,” pungkas Anas.

About MC FM

Check Also

Bulan Ini, Pabrik Kereta Api Terbesar Se-Indonesia Bakal Dibangun di Banyuwangi

MCFMBWI.COM, BANYUWANGI – Pembangunan industri kereta api terintegrasi berorientasi ekspor di Kabupaten Banyuwangi bakal dimulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *