Home / News / Liburan ke Banyuwangi, Wajib Mampir Ke Wisata Hutan Trembesi

Liburan ke Banyuwangi, Wajib Mampir Ke Wisata Hutan Trembesi

MCFMBWI.COM, BANYUWANGI – Berlibur ke Banyuwangi, jangan lupa datang ke obyek wisata Hutan De Djawatan. Obyek wisata yang menawarkan suasana teduh dan panorama hijau ini siap menyambut para wisatawan.

Bukan hutan Trembesi biasa. Karena pohon Trembesi disana rata-rata berusia ratusan tahun. Tentu saja ukuran pohonnya menjadi raksasa dan menggoda mata.

Lebih seru jika berkeliling dengan mengendarai Delman atau Dokar untuk menikmati hutan Trembesi seluas sekitar 4 hektar ini. Cukup dengan membayar Rp 10 ribu/orang, kusir delman siap mengantar berkeliling hutan tua ini.

“Setiap hari banyak pengunjung, tapi yang paling ramai hari Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional,” ujar Saroni, salah satu Kusir Delman di Djawatan, saat ditemui mcfmbwi.com, Senin (26/11/2018).

Pemandangan indah dengan udara yang sangat sejuk, De Djawatan ini banyak wisatawan dalam maupun luar kota menjadikan tempat ini untuk melepas penat usai beraktifitas.
Bahkan tak sedikit dari pengunjung yang memanfaatkan untuk foto pra-nikah dan berswafoto.

Wisatawan asal Probolinggo, Endang (35) mengaku tahu Hutan De Djawatan Benculuk dari temannya yang ada di Banyuwangi. Ia datang bersama 22 rekannya sesudah mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis) PKK.

“Baru pertama ke sini, pemandangannya bagus, udaranya sangat sejuk,” katanya.

De Jawatan terletak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Banyuwangi tepatnya di Desa Benculuk Kecamatan Cluring. Lokasinya memang tidak terlalu jauh, kurang lebih 1 jam untuk mencapai destinasi wisata ini.

Wisata Djawatan ini milik dan dikelola Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Dulunya, sebagai tempat penimbunan hasil hutan khususnya kayu. Dan terkenal dengan nama Tapel Pelas.

Saat ini, pihak Pengelola tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung lainnya seperti, cafe, penambahan lahan parkir, food court, lampu penerangan untuk kunjungan malam.

Administratur (ADM) KPH Banyuwangi Selatan, Dwidjono Kiswurjanto mengatakan, konsep wisata Djawatan lebih kepada ekowisata. Secara bertahap, pihaknya melakukan perbaikan dan pembenahan fasilitas Djawatan.

“Dokar atau Delman misalnya, itu para mitra kita untuk atraksi wisata disini,” jelasnya

“Lampu-lampu hias sekaligus sebagai penerangan akan kita instalasi. Cafe dan sebagainya. Kita terus lakukan pembenahan,” pungkasnya. (Dhik)

About MC FM

Check Also

Persiapan Penerbangan Internasional Kuala Lumpur – Banyuwangi Terus Dikebut

MCFMBWI.COM, BANYUWANGI – Rencana Bandara Banyuwangi yang akan membuka penerbangan internasional Banyuwangi-Kuala Lumpur, Pemkab Banyuwangi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *